Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau


Hai agan-agan, postingan kali ini aku akan membahas tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau. Ngak perlu panjang lebar lagi ya, langsung aja nih ya pembahasannya.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Setiap makhluk hidup akan mengalami proses pertumbuhan, begitu pula pada tumbuhan. Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran tubuh yang meliputi tinggi, berat, dan volume tubuh yang bersifat ireversibel (tak dapat kembali ke bentuk semula). Salah satu contohnya, yaitu pertambahan tinggi pada tumbuhan. Selama hidupnya, makhluk hidup selain mengalami pertumbuhan juga mengalami perkembangan.
Perkembangan merupakan proses biologis makhluk hidup menuju tingkat kedewasaan, dapat berupa perubahan bentuk, susunan dan fungsi organ-organ tubuh menuju kedewasaan atau kesempurnaan. Salah satu contohnya dalam lingkup tumbuhan, yaitu perubahan biji menjadi kecambah.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, diantaranya yaitu :
1.      faktor dalam tubuh makhluk hidup (faktor internal)
a.       Gen
Gen merupakan substansi atau materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk kepada anakannya. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya.
b.      Hormon
Hormon merupakan zat yang dihasilkan makhluk hidup yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh.
Hormon pada tumbuhan sering disebut fitohormon. Beberapa di antaranya, yaitu :
a.         Auksin
Auksin berfungsi untuk memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium untuk membentuk sel-sel baru.
b.         Sitokinin
Sitokinin bertugas untuk memacu pembelahan sel serta mempercepat pembentukan akar dan tunas.
c.         Giberelin
Giberelin berfungsi dalam merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji. Pada tumbuhan tertentu, giberelin dapat menyebabkan munculnya bunga lebih cepat dan tinggi tanaman melebihi tanaman normal.
d.        Etilen
Etilen berperan dalam menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan menyebabkan penuaan daun.
e.         Asam absisat
Asam absisat  berperan dalam proses perontokan daun.
2.      Faktor luar (faktor eksternal)
Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut :
a.       Makanan atau Nutrisi
Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi yang digunakan untuk aktivitas, perumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air maupun yang diperoleh dari udara.
b.      Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya.
c.       Cahaya
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis.
d.      Air
Air merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia dalam sel-sel tubuh tidak akan terjadi sehingga makhluk hidup tersebut akan mati.
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dimulai sejak perkecambahan biji. Kecambah kemudian berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna. Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi di daerah meristematis (titik tumbuh), yaitu bagian yang mengandung jaringan meristem. Jaringan ini terletak di ujung batang, ujung akar, dan kambium. Pertumbuhan terjadi dalam 3 (tiga) tahap, yaitu :
1.      Perkecambahan
Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). Adapun faktor yang memengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu. Perkecambahan biji ada dua macam, yaitu:
a.       Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal)
Hipokotil memanjang sehingga plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk. Contohnya, yaitu perkecambahan pada kacang hijau.
b.      Tipe perkecambahan di bawah tanah (hipogeal)
Epikotil memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. Contohnya, yaitu perkecambahan pada kacang kapri (Pisum sativum).
2.      Pertumbuhan primer
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas jaringan meristem primer atau disebut juga meristem apikal. Jaringan meristem ini terdapat di ujung batang dan ujung akar. Akibat pertumbuhan ini, akar dan batang tumbuhan bertambah panjang.
3.      Pertumbuhan sekunder
Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh aktivitas jaringan meristem sekunder. Jaringan meristem sekunder misalnya jaringan kambium pada batang tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Sel-sel jaringan kambium senantiasa membelah. Pembelahan ke arah dalam membentuk xilem atau kayu sedangkan pembelahan keluar membentuk floem atau kulit kayu. Akibat aktivitas jaringan meristem pada kambium, diameter batang dan akar bertambah besar.
Perkembangan pada tumbuhan merupakan diferensiasi atau spesialisasi sel atau bagian-bagian tumbuhan untuk melakukan fungsi khusus (menjadi dewasa). Perkembangan pada tingkat sel misalnya sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem mengalami diferensiasi membentuk jaringan pengangkut, penyokong, pelindung dan lain sebagainya. Contoh perkembangan pada tingkat organ misalnya terbentuknya organ generatif yaitu munculnya bunga.

1.2              Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan singkat diatas, adapun rumusan masalah dalam makalah ini, yaitu :
1.      Bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau?
2.      Bagaimana perbedaan dari pertumbuhan dan perkembangan pada kacang hijau yang mendapatkan cahaya matahari langsung dan kacang hijau yang tidak mendapat cahaya matahari?

1.3              Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu :
1.         Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
2.         Untuk mengetahui perbedaan dari pertumbuhan dan perkembangan pada kacang hijau yang mendapatkan cahaya matahari langsung dan kacang hijau yang tidak mendapat cahaya matahari.




BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1         Objek Penelitian
Penelitian ini menggunakan kajang hijau sebagai objek penelitiannya. Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini:
Kingdom                       :  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom                  : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi                   : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                             : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                              : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas                      : Rosidae
Ordo                              : Fabales
Famili                             : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus                            : Phaseolus
Spesies                           Phaseolus radiatus L.

2.2         Alat dan Bahan
2.2.1   Alat
Adapun beberapa alat yang digunakan dalam melakukan penelitian ini, yaitu sebagai berikut :
1.      3 Buah wadah (gelas atau mangkuk), 1 digunakan sebagai tempat perendaman kacang hijau dan 2 sisanya untuk  di jadikan tempat mengatur media tanam.
2.      Penggaris untuk mengukur pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
3.      Alat tulis untuk mencatat pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
4.      Kamera untuk mendokumentasikan penelitian.

2.2.2   Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini, yaitu sebagai berikut :
1.      Kacang hijau secukupnya (7 biji)
2.      Kapas sebagai media tanam
3.      Air untuk membasahi media tanam
2.3         Cara Kerja
Adapun cara kerja untuk melakuan penelitian ini, yaitu sebagai berikut :
1.      Pertama siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Rendam kacang hijau untuk  mengetahui mana biji kacang yang layak kita gunakan untuk dijadikan objek eksperimen dalam penelitian ini.
3.      Siapkan wadah yang digunakan dan atur media tanam, yaitu kapas yang telah diberi air (tidak boleh terlalu basah dan juga tidak boleh terlalu kering).
4.      Setelah kacang direndam dan telah dipilih mana yang baik untuk digunakan sebagai objek penelitian, selanjutnya masukan kacang ke dalam wadah yang telah berisi kapas (kacang di simpan di atas kapas)
5.      Simpan kacang dalam jarak yang tidak terlalu rapat dengan kacang lain agar pertumbuhannya lancar (tidak saling berdesakan)
6.      Simpan 1 wadah yang sudah berisi kacang hijau pada tempat terang (halaman rumah) dan 1 wadah lainnya pada tempat yang gelap (bawah tempat tidur).
7.      Jika kapas mengering, segera basahi kapas tersebut, sampai kapas menjadi lembab.
8.      Amati lalu catat dan dokumentasikan hasil pengamatan setiap harinya.
   
2.4         Hasil Pengamatan
2.4.1   Tempat Gelap
Hari ke -
Pertumbuhan Kacang Hijau (CM)
Rata-rata (CM)
1
2
3
4
5
6
7
1
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
2
0,5
0,4
0,4
0,6
0,5
0,6
0,4
0,4
3
2,5
2,8
2,9
3
3
3,1
2,9
2,8
4
3,7
4
4,2
4,8
4,9
5
4,7
4,4
5
5
5,2
5,8
6
6,3
7
5,9
5,8
Rata-rata Tumbuh 7 Biji Kacang Hijau dalam 5 Hari
2,68
Catatan : 1.Perhitungan rata-rata dalam tabel menggunakan aplikasi Microsoft Office Exel.
Dari data di atas dapat dilihat bahwa rata-rata panjang batang kecambah di tempat dengan intensitas cahaya rendah adalah 2,68 cm. Pada tempat yang gelap,  kacang hijau tidak mendapatkan cahaya matahari sama sekali, akibatnya hormon auksin yang terdapat pada biji kacang menjadi sangat aktif dan bekerja secara optimal. Hal itu  menyebabkan pertumbuhan kacang hijau menjadi sangat cepat namun kurang merata. Sehingga batangnya lemah. Pertumbuhan kecambah pada tempat gelap paling cepat diantara tempat-tempat lain. Pertumbuhan kacang hijau ditempat gelap cenderung bengkok tetapi batangnya sangat kuat dan warnanya hijau, karena mendapatkan cahaya yang cukup untuk fotosintesis. 

2.4.2   Tempat Terang
Hari ke -
Pertumbuhan Kacang Hijau (CM)
Rata-rata (CM)
1
2
3
4
5
6
7
1
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
2
0,4
0,4
0,4
0,5
0,5
0,5
0,4
0,4
3
1
0,8
0,8
1
0,9
0,8
0,8
0,8
4
1,6
1,4
1,5
1,6
1,9
1,4
1,5
1,5
5
3
2,9
3
3,1
3,5
3
3,3
3,1
Rata-rata Tumbuh 7 Biji Kacang Hijau dalam 5 Hari
1,16
Catatan : Perhitungan rata-rata dalam tabel menggunakan aplikasi Microsoft Office Exel.
Pada tempat yang terang, kacang hijau mendapat cahaya dengan intensitas yang sangat besar, akibatnya pertumbuhan kacang hijau akan lambat, karena sebagian besar hormon auksin terurai oleh sinar matahari. Dari data diperoleh rata-rata panjang batang kecambah 1,16 cm. Pertumbuhan kecambah kacang hijau di tempat terang adalah yang paling lambat.

2.5         Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan di tempat yang terkena cahaya (terang) dan yang tidak terkena cahaya (gelap). Hal ini menunjukkan bahwa cahaya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau. Apabila ditanam di tempat gelap, maka tanaman kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak.
Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning (etiolasi).
Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.

BAB III
PENUTUP
3.1         Kesimpulan
Dari hasil penelitian tentang pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan  tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan kacang hijau. 
Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji kacang hijau, biji kacang hijau yang diletakan ditempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, dan kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi), daunnya tipis, berwarna pucat, dan batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat atau menghambat kerja hormon auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya telah benar.



Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau

Hai agan-agan, postingan kali ini aku akan membahas tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau. Ngak per...